Sengaja tulisan tanggal ini saia gabungkan karena ini adalah awal perjalanan saia menuju jogja-surabaya-manado. Berawal dari packing barang menggunakan tas carrier pinjaman dari temannya didik. Tas yang berisi matras, sleeping bag, baju empat potong, celana tiga potong, baju renang, jilbab dan setumpukan underware. Saia merasa jika kita berpergian jauh baju itu ga penting, yang penting adalah underware. Sampai di kampus sore, sampai di stasiun kiara condong sekitar habis magrib. Ternyata kereta datang jam 8pm dan berangkat jam 8.30pm. terpaksa kami menunggu cukup lama sambil bercerita ngalor ngidul. Kereta datang, penuh. Kami kebagian duduk lesehan berdempetan. Ini pengalaman pertama saia menggunakan kereta ekonomi. Sumpek, tapi seru. Dengan biaya 24ribu anda bisa sampai ke Jogjakarta. Matras yang kami bawa tidak bisa dipergunakan karena terlalu besar untuk digelar. Jadilah duduk tanpa alas. Yang bikin ga nyaman adalah si bulan datang tepat sebelum saia pergi. Alamat tembus. Sepanjang jalan asap tidak hanya keluar dari cerobong asap kereta, tapi juga dari paru-paru pasa penumpang. Membuat suawana semakin sumpek. Ditambah lagi kereta harus berhenti menunggu kereta eksekutif dan bisnis lewat. Tapi walaupun sumpek, foto session harus tetap berjalan. Hehehe
Karena lagi datang bulan, saia tidak berani berdiri untuk meluruskan pinggang. Alhasil saia hanya gonta ganti posisi pantat dan itu sangat menyiksa. Akhirnya sekitar pukul 6.30am saia sampai di stasiun lempuyangan, jogja.
Sebelum berangkat sebelumnya saia sudah menghubungi sepupu, jabbar, untuk menjemput kami di stasiun. Sesampainya di jogja, kami menunggu dijemput. Tak berapa lama, mobil innova hitam miliknya pun terlihat. Kami pun langsung meluncur ke rumahnya di dekat hotel jayakarta. Setelah salam dengan om dan tante, saia pun langsung menuju kamar mandi. Segar! Setelah mandi, sarapan dengan pecel. Enak! Selesai makan saia pun tidur sampai jam 1. Saia pun tidak menyia-nyiakan waktu. Kami pun langsung meluncur dengan busway menuju malioboro.
Tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menuju malioboro. Kami pun sampai, dan tak lupa foto session pun kembali dimulai…
Jalan-jalan di sepanjang malioboro, saia dan didik membeli gantungan kunci wayang yang kami ubah menjadi kalung. Lalu saia membeli pernak-pernik wanita (namanya juga wanita, selalu laper mata. Hehehe). Perjalanan dilanjutkan sampai ke benteng Vredeburg di depan alun-alun kota (kalo ga salah). Karena saia ga boleh pulang malam, atau karena saia sadar diri ga mau pulang terlalu malam, maka setelah magrib kami memutuskan untuk pulang. Sampai rumah, om dan tante sedang keluar, lalu kami makan malam sendiri. Lelah, dan saia pun tertidur…
. oia, sebelum makan malam, kami berziarah ke kuburan nenek. Pekuburannya rindang banget. Si bang adnan udah bawa kamera tapi ga berani nyesyut, takut ngerekam hal2 ghoib katanya.hahahaha